Soppeng— Naskah I LaGaligo disebut sebagai epos terpanjang di dunia yang mengalahkan epos Mahabarata dari India. Naskah ini sangat dikenal luas di masyarakat Bugis dan Sulsel pada umumnya.

Dalam Naskah ini menceritakan Kisah kehidupan dunia atas, dunia tengah, hingga dunia bawah.

Lantas apa hubungan naskah ilagaligo dengan masyarakat soppeng sehingga Soppeng menjadi tuan rumah festival ilagaligo ke-3. Menurut Agus Ph Rauf yang merupakan sekretaris panitia festival tersebut kepada Soppeng post di kedai 527 jumat (18/5/2018), mengatakan, ” dalam naskah i Lagaligo dari 12 jumlah buku yg sudah di translite satu buku yang banyak menceritakan tentang daerah yang ada di kabupaten Soppeng”.

“Misalnya salah satu episode dari epos La Galigo tentang meong Palo karellae dan sangiang Seri (dewi padi), Dalam melakukan pengembaraannya dari luwu sangiangseri dan rombongan tiba di Enrekang, lalu terdampar di Maiwa (Duri), kemudian berturut-turut ke pattojo, Langkemme, terus ke Kessi, Watu (Soppeng)”. ungkapnya.

“Disamping itu, dalam naskah I La Galigo juga menyebutkan beberapa nama tempat dalam wilayah Soppeng seperti Kampiri, Tinco, Ganra, Baringeng, Jampu, Limpomajang, Mario, Leworeng, Takalala, Kawu Kawu, Lompengeng, Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau sebagai tempat pemukiman dari 12 orang anak La Sattungmpugiq dan We Tenri Abeng sebagai pewaris kerajaan yang ada di tana’ Ugiq (Cina)”. tambahnya. (gun’z).