Produksi Kakao di Soppeng Terus Menurun, ini Penyebabnya

Foto; makmur Heryal, S. Hut, MP.  Kabid perkebunan dinas pertanian Soppeng

Soppeng— Produksi kakao di kabupaten soppeng beberapa tahun terakhir terus menurun.

Dari data dinas pertanian kabupaten soppeng 3 tahun terakhir tercatat produksi kakao pada tahun 2016 sebanyak 12 ton lebih, turun di tahun 2017 menjadi 9,8 ton lebih. Begitu pula pada tahun 2018 hanya sekitar 7,3 ton lebih.

Menurut makmur Heryal S.Hut, MP. Kabid perkebunan Dinas Pertanian Soppeng saat di konfirmasi di kantornya Rabu (24/4/19) mengatakan, hal tersebut disebabkan beberapa hal, mulai dari kondisi tanaman petani yang sudah tua, serta pohon kakao terus mengalami serangan hama seperti penggerek buah dan kanker batang.

“sekarang ini kami sudah memverifikasi lahan kakao milik petani, dalam upaya mencari jalan keluar, agar petani tidak terus merugi”, jelas makmur.

Anis ketua kelompok tani sekkang mata 1 kecamatan marioriwawo saat ditemui mengungkapkan bahwa, petani kakao yang tergabung di kelompoknya saat ini sebagian sudah menebang pohon kakaonya, karena sudah tidak produktif dan beralih ke tanaman jagung.

Hal senada diungkapkan Agus ketua kelompok tani kakao siporio didesa Palangiseng kecamatan Lilirilau mengalami hal yang sama, bahkan saat ini sekitar 50% anggotanya beralih ke tanaman jagung.

Kedua ketua kelompok tani tersebut berharap perhatian dari pemerintah dalam upaya Mengantisipasi masalah yang di alami petani tersebut, termasuk bantuan bibit sambung pucuk, agar petani Kembali beralih ke tanaman kakao. (Gun’z)