Kaswadi; Soppeng  Masih Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

Soppeng— Kabupaten Soppeng masih kekurangan tenaga penyuluh KB, hal ini di ungkapkan Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak, SE pada Pencanangan TNI manunggal KB-Kesehatan tingkat kabupaten soppeng, Jumat, (20/07/18) di aula makodim 1423 Soppeng

Menurut kaswadi, “36 penyuluh yang ada, saya rasa tidak cukup untuk memberikan penyuluhan di seluruh daerah yang ada di Kabupaten Soppeng ini, sementara disisi lain tantangan yang kita hadapi semakin besar”.

“Saudara-saudara kita yang tinggal di daerah terpencil tidak dapat dipisahkan dari budaya yg sudah melekat mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rejeki. Itulah salah satu fenomena yg kita hadapi. Untuk itu kerjsama dan kemitraan antara DPPKB dengan TNI diharapkan dapat mensukseskan program ini”. harap kaswadi

Sementara Dandim soppeng  Letkol.Arm. Fajar Catur Prasetyo dalam sambutannya mengatakan “TNI Manunggal KB Kesehatan adalah salah satu bentuk kontribusi TNI bersama mitra kerja lainnya untuk membangun kependudukan Indonesia agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia.

“Untuk itu TNI mengambil peran ikut mensosialisasikan serta membantu pemerintah untuk memberikan motivasi dan mengedukasi masyarakat menggunakan KB karna tidak semua masyarakat tau mengenai alat kontrasepsi. Apalagi masih banyak masyarakat di Kabupaten soppeng yang tidak tau baca tulis”, urainya.

kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB A.Nur Jamhuriah dalam laporannya menyampaikan bahwa, “jumlah pencapaian akseptor KB di Kabupaten Soppeng sampai dengan Juni 2018, yaitu dari jumlah Pasangan Usia Subur 37.708 telah terealisasi sebanyak 29.521 Pasangan usia Subur ( 77,83 % ) . (**)