Diduga Rekayasa Barang Bukti Untuk sudutkan Pammase di Bola

Foto ketua panwas kecamatan bola Hasma SAg

Wajo— Terkait kasus pencegatan terhadap Sahar yang dilakukan oknum Kades Lempong Abdul Karim Nur dan salah seorang oknum Staf Kantor Kecamatan Bola A Darlin yang di duga mendapatkan barang berupa sendal, celana, baju PAMMASE, kudung, formulir kartu PAMMASE, dan baju Prof Andalan dari tim Pammase ( H. Norma) di Desa Lempong, Kecamatan Bola, Senin (18/6) pukul 10.00 Wita lalu dan selanjutnya pelaku tangkap tangan bersama camat mendatangi rumah Hj Norma si pemberi hadiah, terus berlanjut.

Masalahya, barang bukti tangkap tangan tersebut yang diserahkan ke Panwas Kecamatan Bola diduga direkayasa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyudutkan kubu PAMMASE

Menurut Hj Norma “barang bukti berupa baju Pammase hanya rekayasa pihak tertentu, soalnya dia tidak pernah membagikan baju Pammase pada Sahar.

” itu hanya rekayasa pihak mereka untuk menjatuhkan pammase, tidak ada baju pammase saya beri pada sahar”.

Sementara Ketua Panwas Kecamatan Bola Hasma SAg yang didampingi Andi Jumrah SE saat dikonfirmasi dikantornya, Rabu 20/6/2018 mengakui bahwa pihaknya tidak mengetahui persis kejadian ini.

“Kejadiannya kami tidak tahu persis, karena bukan kami yang melakukan penangkapan, barang buktinya dibawa sendiri ke kantor oleh pelapor atas nama Sappe”.

” PPL kami tidak hadir pada saat kejadian karena sedang mengikuti Bintek. Saat ini kami sementara melakukan klarifikasi dan investigasi terkait masalah ini” ujarnya

Hasma menambahkan, “pelapor atas nama Sappe sudah dua kali kami panggil, namun hingga saat ini belum hadir memenuhi panggilan kami” ujarnya

Sementara H Sikki warga Desa Bola yang menyaksikan kejadian ini merasa heran terhadap barang bukti baju Pammase tersebut.

“Dari mana baju Pammasenya kok tiba tiba ada di Panwas, padahal waktu kejadian kaos PAMMASE itu tidak ada sama sekali” ujarnya.

H. Sikki menambahkan bahwa “setahu saya, Sappe tidak berada di lokasi saat kejadian itu, kok tiba tiba dia yang menjadi pelapor. Yang ada saat itu hanya Pak Kades dan A Darlin,kenapa bukan Pak Kades atau A Darlin yang menjadi pelapor”ujarnya

Terkait dugaan rekayasa barang bukti ini untuk menyudutkan PAMMASE, Ketua Tim Hukum PAMMASE , Azis Pangeran berencana akan mempidanakan masalah ini bila dugaan rekayasa ini terbukti.

“Kita tunggu prosesnya di Panwas, kalau terbukti ada yang merekayasa, kami akan mempidanakan masalah ini dan jika ada ASN yang terlibat dengan kasus ini, akan kami laporkan di
Komisi aparatur sipil negara (ASN)” tegasnya. (**)