Di Nilai Tidak Transparan, KPU Wajo di Lapor ke Bawaslu Provinsi.

Foto Ketua KPU Wajo H j Andi Nirwana di dampingi salah satu komesioner KPU, Saat dikonfirmasi di kantornya

Wajo— Untuk kedua kalinya, tim hukum pammase melaporkan KPU Wajo di Bawaslu propinsi, Kamis, (21/6/18)

Menurut ketua tim Hukum pammase Azis pangeran, “laporan kami ajukan ke bawaslu propinsi lantaran KPU Wajo secara diam diam memindahkan tempat sortir kertas ke luar dari Gedung KPU Wajo dan dilakukan tanpa sepengetahuan Panwas Kabupaten Wajo dan ini perlu di uji dari segi tatanan hukum bahwa apakah tindakan KPU wajo sudah tepat atau keliru”.

“alasan tidak muatnya gedung KPU bisa kami maklumi akan tetapi kegiatan tesebut berdekatan dengan tempat pemenangan salah satu paslon dan itu perlu dipertanyakan alasannya oleh penegak hukum selaku pemegang kewenangan, kami hanya melaporkan untuk di uji tatanan benar atau tidaknya terlebih lagi kami selaku tim yang punya kepentingan langsung untuk menyaksikan transparansi dan keterbukaan KPU dalam melaksanakan tugasnya tidak dilibatkan minimal disampaikan dengan pertimbangan transparansi” tegasnya.

Azis mengharapkan “penegak hukum khususnya kejaksaan tinggi sulselbar untuk berkenan memantau penggunaan anggaran penyelenggara Pilkada khususnya di kabupaten wajo”.

Sementara itu, Ketua KPU Wajo H j Andi Nirwana yang dikonfirmasi di kantornya Rabu, 20/6/2018 terkait pemindahan tempat sortir suara ini beralasan bahwa, gedung KPU Wajo tidak mampu menampung kertas suara yang begitu banyak, apalagi saat logistik kertas suara untuk Pilgub sudah tiba di Wajo, terpaksa mencari tempat di luar gedung KPU. (**)