Akibat Banjir, Petani Bawang Terpaksa Panen Mendadak

Soppeng — Petani bawang merah di bola mallimpongE kelurahan Limpomajang kecamatan Marioriawa, kabupaten Soppeng terpaksa panen mendadak . Penyebabnya karena banjir luapan danau tempe menggenangi lahan pertanian tersebut pasca hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

“Banyak tanaman yang rusak karena banjir luapan air Danau Tempe, termasuk tanaman bawang merah, tanaman ini kan tidak boleh terkena banyak air,” kata Sukardi petani bawang merah di bola mallimpongE, Rabu (12/6/19).

Menurut sukardi, tanaman bawang merah miliknya sudah terendam banjir sejak tiga hari terakhir dan ketinggian air terus naik. Karenanya, ia memutuskan untuk panen dini untuk mencegah pembusukan buah terlalu parah

Sukardi menambahkan bahwa, idealnya tanaman bawang merah bisa dipanen ketika sudah berusia lebih dari 60 hari. Namun, saat ini terpaksa dipanen dalam usia sekitar 40 hari karena sudah rusak dan mulai membusuk.

“Ini kami lakukan untuk menekan kerugian, karena kalau didiamkan, akan semakin banyak yang busuk sehingga tidak laku dijual, itupun yang di Panen hanya sekitar 1/4 %” jelas sukardi yang mengaku rugi sebanyak 20 jutaan.

Sementara itu, La Tarima salah seorang Petani bawang yang lain juga mengambil langkah yang sama seperti yang dilakukan Sukardi.

“Lebbimi tu tittiE na lumpangE , dari pada bonnyo’ maneng ngi, lebbi ku yengngala masitta, siagi siagi yulle mala (ibarat kapal, lebih baik kapalnya miring dari pada tenggelam,dari pada membusuk semua,lebih baik dipanen cepat siapa tahu masih ada yang bisa diselamatkan” ujarnya dengan bahasa Bugis yang terbata bata. (Gun’z)